KONOHANEWS — INTERNASIONAL
Iran memamerkan puing-puing sebuah pesawat nirawak yang diklaim sebagai MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat. Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan puing tersebut diperlihatkan di Provinsi Markazi setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan drone itu ditembak jatuh di atas wilayah Khomein.
Dalam laporan yang beredar pada awal September 2026, nilai pesawat nirawak tersebut diperkirakan sekitar 30 juta dolar AS. Namun, angka itu merupakan estimasi media dan harga MQ-9 dapat berbeda bergantung pada konfigurasi, sensor, perlengkapan misi, serta cara perhitungan biaya pengadaannya.
IRGC mengklaim penembakan dilakukan menggunakan sistem pertahanan udara baru milik Iran. Pihak Iran tidak memublikasikan rincian teknis sistem tersebut, termasuk jenis radar atau rudal yang digunakan, ketinggian sasaran, maupun data pelacakan yang dapat diperiksa secara independen.
Foto dan video puing yang ditampilkan juga belum cukup untuk memastikan tipe, operator, waktu kejadian, serta penyebab jatuhnya pesawat tanpa verifikasi forensik. Karena itu, identitasnya sebagai MQ-9 milik AS masih harus diperlakukan sebagai klaim Iran.
Hingga artikel ini disusun pada 9 September 2026, belum ditemukan pernyataan resmi Amerika Serikat yang secara khusus mengonfirmasi kehilangan MQ-9 di Khomein. Laman operasi Iran milik Komando Pusat AS (CENTCOM) memuat berbagai pembaruan mengenai operasi militer di kawasan, tetapi belum mencantumkan konfirmasi atas insiden yang diklaim tersebut.
Sejumlah laporan yang mengutip sumber Iran turut menyebut insiden itu sebagai kehilangan MQ-9 ke-50 dalam konflik. Angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan berbeda dengan sebagian estimasi terbuka mengenai jumlah kerugian armada AS. Konohanews tidak menggunakan angka itu sebagai fakta terkonfirmasi.
MQ-9 Reaper merupakan pesawat nirawak multiguna yang digunakan Angkatan Udara AS untuk misi intelijen, pengawasan, pengintaian, dan serangan presisi. Menurut lembar fakta resmi Angkatan Udara AS, MQ-9 dapat terbang pada ketinggian hingga 50.000 kaki dan membawa berbagai sensor serta persenjataan.
Klaim Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat. Apabila identitas puing tersebut kelak dapat diverifikasi, jatuhnya MQ-9 di wilayah pedalaman Iran akan menjadi perkembangan penting karena menunjukkan risiko terhadap operasi pengawasan udara di kawasan yang dilindungi sistem pertahanan berlapis.
Untuk saat ini, kesimpulan paling aman adalah bahwa Iran telah memamerkan puing yang disebutnya sebagai MQ-9 AS, sementara identitas pesawat, metode penembakan, nilai unit, dan jumlah kerugian keseluruhan masih membutuhkan konfirmasi tambahan dari sumber independen atau pemerintah Amerika Serikat.

