Konohanews – Insiden mengejutkan terjadi di Vladivostok, Rusia, ketika seorang dokter gigi dilaporkan menjadi korban tindakan agresif dari seorang pasien wanita yang diduga marah karena tidak mendapatkan perawatan instan.
Menurut keterangan dokter tersebut, pasien datang ke klinik dengan mengeluhkan rasa sakit yang sangat parah dan meminta segera ditangani tanpa harus mengantre. Namun setelah dilakukan pemeriksaan awal, dokter tidak menemukan kondisi darurat yang memerlukan tindakan segera.
Dokter kemudian menyarankan pasien untuk kembali keesokan harinya guna menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami.
Keputusan tersebut rupanya memicu kemarahan pasien. Wanita itu disebut mulai berteriak, membuat keributan di dalam klinik, dan menuduh dokter gigi melakukan diskriminasi terhadap warga non-Rusia.
Situasi semakin memanas ketika pasien tersebut diduga meludahi dokter dan melontarkan ancaman serius. Menurut laporan, wanita itu bahkan mengancam akan membalas dendam setelah memperoleh kewarganegaraan Rusia.
Merasa keselamatannya terancam, dokter tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang. Ia juga meminta agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku serta mempertimbangkan deportasi apabila terbukti melanggar aturan imigrasi.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan sedang ditangani oleh aparat setempat untuk mengungkap seluruh fakta di balik insiden yang terjadi di klinik tersebut.

