THAILAND – Kegiatan wisata ekstrem di Air Terjun Tat Mok, Provinsi Phetchabun, Thailand, berakhir dengan insiden serius. Seorang wisatawan pria dan perempuan terluka ketika mengikuti aktivitas turun tebing atau abseiling pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat di kawasan Air Terjun Tat Mok, Distrik Nam Nao. Tim penyelamat yang menerima laporan segera membawa perlengkapan pertolongan pertama dan peralatan penyelamatan di medan ketinggian menuju lokasi.
Berdasarkan keterangan pihak penyelenggara, rombongan tersebut berjumlah enam orang dan empat di antaranya mengikuti kegiatan turun tebing. Pasangan pertama dilaporkan berhasil mencapai bawah dengan selamat.
Pasangan kedua telah turun sekitar 130 meter dari tebing yang memiliki ketinggian kurang lebih 150 meter. Ketika berhenti di sebuah pijakan untuk mempersiapkan tahap penurunan berikutnya, keduanya kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari area tersebut. Jadi, angka 130 meter merupakan jarak yang telah mereka turuni, bukan ketinggian jatuh korban.
Korban pria dilaporkan mengalami dugaan patah tulang serta nyeri hebat pada bagian pinggul dan punggung. Sementara itu, korban perempuan mengeluhkan sakit pada bagian kaki, pinggul, dan punggung.
Petugas memberikan pertolongan pertama, memasang penyangga pada bagian tubuh yang mengalami cedera, serta mengamankan tulang belakang korban sebelum mengevakuasi keduanya melewati medan yang curam. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nam Nao untuk mendapatkan perawatan.
Kegiatan Dilaporkan Tidak Berizin
Hasil pemeriksaan pihak berwenang menyebut kegiatan tersebut diselenggarakan tanpa izin resmi. Pejabat Distrik Nam Nao kemudian menghentikan sementara seluruh kegiatan turun tebing di kawasan itu untuk mengevaluasi lokasi, perlengkapan keselamatan, rencana darurat, dan sistem evakuasi medis.
Pihak kehutanan juga telah memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Penyelenggara kegiatan terancam menghadapi proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Insiden tersebut mendorong desakan agar pemerintah memperketat pengawasan wisata petualangan. Evaluasi dinilai perlu mencakup pengalaman pemandu, kondisi peralatan, perizinan, penilaian risiko, serta kesiapan pertolongan dalam keadaan darurat.

