BARITO KUALA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kebakaran dilaporkan berlangsung di sekitar KM 20, Desa Anjir Muara Kota, Kecamatan Anjir Muara, pada Kamis malam, 15 Oktober 2026.
Rekaman warga yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api menyala di tengah gelapnya malam. Asap tebal tampak membubung, sementara api terlihat menyebar di kawasan lahan yang terbakar.
Belum diperoleh keterangan resmi mengenai luas lahan yang terbakar, penyebab kebakaran, maupun ada atau tidaknya korban dan kerusakan dalam kejadian tersebut. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan dugaan yang belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang.
Kebakaran ini terjadi ketika Pemerintah Kabupaten Barito Kuala telah meningkatkan status penanganan karhutla dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. Kebijakan tersebut diumumkan pada 13 Oktober 2026 setelah kebakaran semakin meluas dan kualitas udara berada dalam kategori berbahaya.
Berdasarkan data BPBD Barito Kuala hingga 12 Oktober 2026, tercatat 266 kejadian kebakaran dengan luas lahan terdampak sekitar 1.344,22 hektare berdasarkan penghitungan manual. Sementara itu, hasil pemantauan tingkat provinsi mencatat 463 kejadian dengan luas terdampak sekitar 3.268,82 hektare.
Pemerintah daerah juga telah membentuk tiga pos utama penanganan karhutla yang berada di Marabahan, kawasan Jejangkit–Mandastana, dan Alalak. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api serta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Ancaman karhutla diperkirakan masih perlu diwaspadai hingga akhir Oktober atau awal November 2026. Kementerian Kehutanan sebelumnya memasukkan Kalimantan Selatan sebagai salah satu wilayah prioritas penanganan karhutla di tengah pengaruh El Niño.
Warga yang beraktivitas di sekitar lokasi kebakaran disarankan menggunakan masker, membatasi kegiatan di luar ruangan ketika asap semakin pekat, dan mengikuti arahan petugas.

