KONOHA NEWS, PADANG — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu siang, 10 Oktober 2026, menyebabkan banjir di sejumlah kawasan permukiman.
Banjir dilaporkan terjadi setelah Sungai Lubuk Minturun meluap akibat tingginya intensitas hujan. Air kemudian memasuki rumah warga dan menggenangi sejumlah akses jalan.
Beberapa kawasan yang terdampak cukup parah berada di Kecamatan Koto Tangah, termasuk Kampung Apa dan Kompleks Lumin Park di kawasan Lubuk Minturun.
Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai pinggang orang dewasa. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga terjebak di dalam rumah dan membutuhkan bantuan untuk berpindah ke tempat yang lebih aman.
Tim gabungan dari pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang, Tim Reaksi Cepat, Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait diterjunkan untuk melakukan pemantauan dan evakuasi.
Sedikitnya 35 orang dilaporkan dievakuasi dari kawasan Kampung Apa. Sementara itu, sekitar 40 warga lainnya dievakuasi dari Kompleks Lumin Park.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet karena arus dan ketinggian air membuat sebagian kawasan sulit dilalui kendaraan biasa. Petugas memprioritaskan anak-anak, lansia, perempuan, serta warga yang membutuhkan bantuan khusus.
Hingga Sabtu malam, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun, ratusan warga dilaporkan terdampak dan petugas masih melakukan pendataan terhadap rumah maupun fasilitas yang terendam.
Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dan kawasan rawan banjir diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga juga disarankan mematikan aliran listrik apabila air mulai memasuki rumah serta segera mengungsi jika kondisi dinilai membahayakan.
Warga diimbau tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang karena kedalaman air dan kondisi permukaan jalan tidak selalu dapat terlihat. Informasi mengenai keadaan darurat dapat disampaikan kepada BPBD atau petugas terdekat.

