KONOHANEWS.COM, NAIROBI – Insiden runtuhnya sebuah gedung bertingkat yang masih dalam tahap pembangunan mengguncang kawasan komersial Eastleigh, Nairobi, Kenya, pada Jumat (23/10/2026) siang.
Bangunan tersebut roboh sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan meninggalkan tumpukan beton serta puing-puing bangunan. Peristiwa ini memicu operasi penyelamatan besar-besaran karena sejumlah orang dikhawatirkan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Berdasarkan pembaruan yang diberitakan pada Sabtu (24/10/2026), pemerintah Kenya menyebut tujuh orang masih dilaporkan hilang, sementara petugas gabungan terus berusaha menjangkau bagian bawah bangunan.
Gedung Runtuh di Tengah Kawasan Komersial yang Ramai
Insiden terjadi di sepanjang 9th Street, kawasan Eastleigh, dekat Yusuf Haji Avenue dan Day to Day Supermarket.
Lokasi tersebut merupakan salah satu kawasan perdagangan yang ramai di ibu kota Kenya, dengan aktivitas pertokoan, pekerja konstruksi, dan masyarakat yang berlalu-lalang setiap harinya.
Saat bangunan tiba-tiba runtuh, material beton dan struktur bangunan berjatuhan hingga membentuk tumpukan puing dalam jumlah besar.
Sejumlah saksi menyebut situasi berubah menjadi kepanikan ketika warga menyadari adanya orang-orang yang kemungkinan masih berada di dalam gedung.
Tim penyelamat kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian dan mengevakuasi korban.
Jumlah Lantai Bangunan Masih Berbeda dalam Sejumlah Laporan
Gedung yang runtuh diketahui masih dalam proses pembangunan, meskipun sebagian ruang di lantai bawah sudah digunakan untuk kegiatan perdagangan.
Terdapat perbedaan informasi mengenai jumlah lantai bangunan tersebut.
Sejumlah media Kenya menyebut bangunan itu memiliki sekitar 12 hingga 18 lantai. Sementara itu, kepolisian Nairobi mengonfirmasi bahwa struktur gedung telah mencapai lebih dari 10 lantai ketika runtuh.
Hingga kini, penyebab pasti ambruknya bangunan tersebut masih dalam penyelidikan.
Tujuh Orang Dilaporkan Hilang, Dua Korban Luka Dibawa ke Rumah Sakit
Perkembangan terbaru disampaikan Menteri Dalam Negeri Kenya, Kipchumba Murkomen, setelah mengunjungi lokasi kejadian.
Menurut keterangannya, terdapat 67 pekerja konstruksi di lokasi saat bangunan runtuh. Seluruh pekerja tersebut telah berhasil didata.
Dari jumlah itu, 66 pekerja dilaporkan selamat tanpa mengalami luka, sementara seorang lainnya mengalami cedera dan berada dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan medis.
Namun, masih ada tujuh orang yang dilaporkan hilang dan dikhawatirkan terjebak di sekitar area pertokoan pada lantai bawah.
Murkomen menyebut tim penyelamat telah melakukan kontak dengan sebagian orang yang dilaporkan hilang.
Sementara itu, Palang Merah Kenya melaporkan dua korban luka telah dibawa ke Kenyatta National Hospital untuk mendapatkan perawatan.
Lembaga tersebut juga menyatakan bahwa 26 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang telah berhasil dilacak keberadaannya.
Jumlah korban masih dapat berubah seiring perkembangan operasi pencarian dan verifikasi data.
Tim Penyelamat Kerahkan Alat Berat dan Anjing Pelacak
Upaya pencarian melibatkan berbagai lembaga, termasuk Kenya Red Cross, Kenya Defence Forces, Pemerintah Kota Nairobi, kepolisian, dan sejumlah instansi penanganan bencana.
Petugas menggunakan alat berat untuk memindahkan puing-puing beton yang menumpuk di lokasi kejadian.
Anjing pelacak juga dikerahkan untuk membantu menemukan kemungkinan korban yang masih terjebak.
Proses evakuasi berlangsung dengan sangat hati-hati karena terdapat kekhawatiran bahwa pergerakan puing-puing dapat membahayakan orang yang masih berada di dalam reruntuhan.
Petugas juga mempertimbangkan kemungkinan terbatasnya ruang udara bagi korban yang belum berhasil dijangkau.
Operasi pencarian terus berlanjut hingga Sabtu (24/10/2026), dengan fokus utama menjangkau bagian lantai dasar dan ruang bawah tanah.
Polisi Tembakkan Gas Air Mata untuk Membuka Akses Evakuasi
Proses penyelamatan sempat mengalami hambatan karena banyaknya masyarakat yang berkumpul di sekitar lokasi.
Kerumunan warga memadati ruas jalan sehingga menyulitkan akses kendaraan darurat menuju titik bangunan yang runtuh.
Menurut keterangan Komandan Polisi Regional Nairobi, Issa Mohamud, petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan dan membuka jalur bagi tim penyelamat.
Kepolisian juga melaporkan adanya dugaan penjarahan terhadap pertokoan di sekitar lokasi kejadian.
Aparat kemudian memperketat pengamanan agar proses penyelamatan dapat berlangsung dengan aman.
Polisi Buru Pemilik Gedung, Izin Bangunan Jadi Sorotan
Runtuhnya gedung tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap aturan pembangunan dan penggunaan bangunan.
Gubernur Nairobi, Johnson Sakaja, menyatakan bahwa proyek tersebut memiliki persetujuan pembangunan, tetapi belum memperoleh sertifikat yang mengizinkan bangunan digunakan atau ditempati.
Meski demikian, menurut pemerintah Kenya, terdapat 11 unit pertokoan di lantai dasar dan ruang bawah tanah yang sudah digunakan ketika bangunan runtuh.
Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang akan ditelusuri dalam penyelidikan.
Komandan Polisi Regional Nairobi, Issa Mohamud, menyatakan kepolisian sedang mencari pemilik gedung untuk dimintai pertanggungjawaban dan keterangan.
Pihak National Construction Authority (NCA) juga telah mengidentifikasi pihak pengembang, kontraktor, serta tenaga profesional yang terdaftar dalam proyek pembangunan tersebut.
Namun, penyebab keruntuhan dan tanggung jawab hukum masing-masing pihak belum dapat dipastikan sebelum penyelidikan selesai.
Operasi Pencarian Masih Berlangsung
Hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, tim penyelamat masih berada di lokasi untuk mencari orang-orang yang dilaporkan hilang.
Pemerintah Kenya meminta masyarakat menjauhi area reruntuhan agar tidak mengganggu petugas maupun membahayakan keselamatan diri sendiri.
Bagi keluarga yang kehilangan kontak dengan kerabat di sekitar lokasi kejadian, Palang Merah Kenya menyediakan layanan informasi dan pencarian melalui nomor darurat 1199.
Tragedi ini kembali menjadi perhatian mengenai pentingnya pengawasan konstruksi, kepatuhan terhadap izin penggunaan gedung, dan keselamatan pekerja maupun masyarakat di kawasan pembangunan.

Redaksi KonohaNews menyajikan berita dan informasi terkini dari berbagai peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat. Setiap konten disusun berdasarkan informasi dan sumber yang tersedia serta diperbarui apabila terdapat perkembangan atau koreksi.
