KONOHA NEWS — Seorang perempuan muda menangis histeris dan sempat berada di tengah Jalan Raya Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin pagi, 5 Oktober 2026. Kejadian tersebut membuat sejumlah pengendara khawatir karena posisinya mengganggu arus kendaraan sekaligus membahayakan keselamatannya.
Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada petugas.
Anggota Satlantas Polresta Sidoarjo mendatangi lokasi dan membujuk perempuan tersebut agar berpindah ke tepi jalan. Setelah berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman, perempuan itu masih terlihat menangis sehingga petugas memberinya waktu untuk menenangkan diri.
Petugas juga memberikan air minum dan tidak langsung mengajukan banyak pertanyaan. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi perempuan itu tidak kembali memburuk.
Kanit Patroli atau Turjawali Satlantas Polresta Sidoarjo, Iptu Celvin Ferdinando Samosir, mengatakan perempuan tersebut mengaku berasal dari Pandeglang, Banten. Namun, identitas lengkapnya tidak disampaikan kepada publik.
Setelah kondisinya mulai tenang, perempuan tersebut meminta diantar menuju masjid terdekat karena ingin menghubungi keluarganya. Petugas kemudian mengantarnya ke Masjid Besar Al Hidayah di Kecamatan Gedangan.
Sekitar pukul 09.00 WIB, seorang kerabat datang dari Surabaya untuk menjemputnya. Perempuan tersebut selanjutnya dibawa pulang bersama pihak keluarga.
Sejumlah unggahan di media sosial mengaitkan kejadian tersebut dengan persoalan hubungan asmara. Akan tetapi, informasi tersebut belum dikonfirmasi oleh kepolisian. Tidak ada pula keterangan resmi yang dapat dijadikan dasar untuk menyebut perempuan tersebut mengalami depresi.
Masyarakat diimbau tidak menyebarkan wajah, identitas maupun informasi pribadi perempuan tersebut. Kondisi kesehatan mental seseorang tidak semestinya dijadikan bahan ejekan atau konten yang merendahkan.

