Konohanews – Polisi Johor berhasil membongkar sebuah sindikat penipuan perekrutan kerja online internasional yang beroperasi dari rumah mewah di kawasan Iskandar Puteri, Malaysia. Dalam penggerebekan dramatis yang dilakukan pada malam hari, aparat menangkap 35 pria warga China yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan tersebut.
Menurut pihak kepolisian, kelompok ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan aplikasi penerjemah untuk menargetkan korban asal Spanyol. Para pelaku disebut memanfaatkan Telegram sebagai sarana komunikasi dan menawarkan pekerjaan bergaji tinggi untuk memancing korban agar membeli berbagai fasilitas mahal.
Polisi mengungkap para tersangka menerjemahkan percakapan bahasa Spanyol ke bahasa Inggris menggunakan aplikasi penerjemah sebelum kemudian diterjemahkan kembali ke bahasa Mandarin agar komunikasi berjalan lancar. Modus ini dinilai sangat rapi dan terorganisir karena diduga merupakan bagian dari jaringan internasional.
Penggerebekan dilakukan setelah polisi melakukan pengawasan selama dua minggu. Dari lokasi, aparat menyita puluhan barang elektronik yang diduga dipakai untuk menjalankan aksi penipuan, termasuk puluhan handphone, komputer, laptop, hingga modem internet dengan total nilai mencapai puluhan ribu ringgit.
Pihak kepolisian juga menyebut sebagian besar tersangka bekerja sebagai agen penipuan, sementara dua lainnya bertugas sebagai koki untuk mendukung operasional kelompok tersebut. Seluruh tersangka kini ditahan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus penipuan dan pelanggaran imigrasi.


