KONOHANEWS — Video keributan yang melibatkan anggota kepolisian di Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara, menjadi sorotan. Peristiwa itu disertai dugaan adanya polisi mabuk saat bertugas, kekerasan terhadap warga, serta pelepasan tembakan, sebagaimana diberitakan IDN Times.
Dalam perkembangan penanganannya, 11 anggota Polres Minsel menjalani penempatan khusus atau patsus. Posko Manado pada 26 Oktober 2026 mengutip Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo, yang menjelaskan bahwa 12 personel diperiksa dan 11 di antaranya ditempatkan khusus.
Dugaan Mabuk dan Tembakan Jadi Sorotan
Rekaman yang diterima memperlihatkan sejumlah pria berada di teras sebuah rumah pada malam hari. Beberapa orang tampak saling mendekat dan mengangkat tangan di tengah ketegangan.
Menurut laporan Cahaya Siang, warga mengaku didatangi beberapa petugas terkait dugaan pelemparan batu terhadap kendaraan patroli. Warga kemudian menyampaikan dugaan pemukulan dan terdengarnya letusan yang disebut sebagai tembakan. Laporan tersebut menegaskan bahwa rincian keterangan warga masih memerlukan pemeriksaan resmi.
Dugaan polisi mabuk juga muncul dalam pemberitaan awal kasus ini. Namun, rekaman visual saja tidak dapat memastikan kondisi seseorang akibat alkohol maupun asal suara letusan.
Penjelasan Kapolres Minsel
Dikutip dari IDN Times, Kapolres Minahasa Selatan, AKBP David Candra Babega, membenarkan bahwa anggota dalam video merupakan personelnya yang sedang bertugas.
Menurut penjelasan David, petugas berpatroli dan mengimbau warga yang berkumpul sambil mengonsumsi minuman beralkohol untuk membubarkan diri. Kendaraan patroli kemudian disebut terkena lemparan batu.
Personel selanjutnya mencari pihak yang diduga melempar hingga terjadi perselisihan. Kapolres juga menyampaikan bahwa seorang anggota mengalami luka akibat panah wayer. Penjelasan ini merupakan versi kepolisian mengenai rangkaian kejadian.
Polda Sulut Minta Maaf dan Lakukan Pemeriksaan
Dalam laporan lanjutan IDN Times pada 27 Oktober 2026, Endrastiawan menyampaikan permintaan maaf atas nama pimpinan Polda Sulut. Kepolisian menyatakan penanganan dilakukan secara profesional dan transparan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Penempatan khusus terhadap 11 anggota berkaitan dengan dugaan pelanggaran disiplin saat bertugas. Adapun dugaan mabuk, kekerasan, dan pelepasan tembakan tetap perlu dibuktikan melalui pemeriksaan terhadap tindakan masing-masing personel.

Redaksi KonohaNews menyajikan berita dan informasi terkini dari berbagai peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat. Setiap konten disusun berdasarkan informasi dan sumber yang tersedia serta diperbarui apabila terdapat perkembangan atau koreksi.
