KONOHANEWS.COM, MANOKWARI – Seorang wisatawan asal Belanda menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang pria di Jalan Asrama Tingkat, Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIT.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah rekaman video yang memperlihatkan seorang pria menyerang wisatawan menggunakan sebatang kayu beredar luas di media sosial.
Korban diketahui merupakan warga negara Belanda yang oleh kepolisian disebut berinisial YD.
Dalam rekaman yang beredar, wisatawan tersebut terlihat berusaha mempertahankan diri dari serangan pelaku yang membawa kayu.
Setelah kejadian, terduga pelaku dilaporkan melarikan diri. Polresta Manokwari kemudian mengerahkan Tim Khusus (Timsus) dan Unit Reaksi Cepat (URC) untuk memburunya.
Detik-Detik Wisatawan Belanda Diserang Menggunakan Kayu
Rekaman video memperlihatkan perselisihan antara wisatawan asing dan seorang pria di sebuah ruas jalan yang dikelilingi pepohonan.
Wisatawan yang mengenakan pakaian berwarna merah dan putih terlihat beberapa kali berusaha menghindari serangan.
Pria yang berhadapan dengannya tampak menggunakan sebatang kayu untuk menyerang.
Korban kemudian mencoba menangkis pukulan dengan tangan kosong sambil mempertahankan jarak dari pelaku.
Dalam rekaman tersebut, wisatawan juga sempat mengambil posisi untuk melawan ketika pria itu kembali mendekatinya.
Situasi berlangsung menegangkan hingga akhirnya pria yang diduga melakukan penganiayaan meninggalkan lokasi kejadian.
Korban Dilaporkan Mengalami Luka di Kepala
Berdasarkan informasi awal yang beredar, wisatawan Belanda tersebut dilaporkan mengalami luka di bagian kepala akibat serangan menggunakan kayu.
Namun, tingkat keparahan luka serta hasil pemeriksaan medis belum diumumkan secara terperinci oleh kepolisian.
Petugas Polresta Manokwari yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian untuk melakukan penanganan awal.
Korban kemudian dievakuasi agar mendapatkan pertolongan medis dan pemeriksaan kesehatan.
Kepolisian juga memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian telah ditangani.
Pelaku Diduga Mabuk, Polisi Masih Dalami Motif
Informasi yang beredar menyebut pria yang menyerang wisatawan tersebut diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
Meski demikian, dugaan itu belum dapat dipastikan karena belum tersedia hasil pemeriksaan ataupun keterangan resmi kepolisian yang mengonfirmasi kondisi pelaku saat kejadian.
Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan menyatakan bahwa polisi masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui kronologi dan penyebab perselisihan.
Penyidik juga meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap identitas serta keberadaan pria yang diduga melakukan penganiayaan.
Karena itu, dugaan bahwa pelaku mabuk maupun motif serangan masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.
Tim Khusus dan URC Dikerahkan untuk Memburu Pelaku
Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan membenarkan adanya kasus penganiayaan terhadap wisatawan berkewarganegaraan Belanda tersebut.
Setelah menerima aduan masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polri, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Selain mengevakuasi korban, polisi mengerahkan personel khusus untuk melacak keberadaan terduga pelaku.
“Kami turunkan timsus dan tim URC untuk buru pelaku penganiayaan satu wisatawan di Jalan Asrama Tingkat, Amban, Manokwari,” ujar Ongky sebagaimana diberitakan ANTARA pada Minggu (25/10/2026).
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus tersebut akan ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Polisi Imbau Masyarakat Tidak Main Hakim Sendiri
Kapolresta Manokwari meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri selama proses penyelidikan berlangsung.
Warga yang mengetahui identitas atau keberadaan terduga pelaku diharapkan segera memberikan informasi kepada petugas kepolisian.
Masyarakat juga dapat menghubungi layanan darurat Polri melalui nomor 110 apabila mengetahui adanya gangguan keamanan dan ketertiban.
Keamanan Wisatawan di Manokwari Menjadi Perhatian
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap setiap orang, termasuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.
Tindak kekerasan di ruang publik dapat membahayakan keselamatan korban dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar.
Penanganan yang cepat serta penyelidikan yang menyeluruh diperlukan untuk mengungkap penyebab kejadian dan memastikan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum.
Berdasarkan perkembangan resmi hingga Senin (26/10/2026), kepolisian masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku.
Belum tersedia konfirmasi resmi mengenai penangkapan pelaku atau hasil akhir penyelidikan.

Redaksi KonohaNews menyajikan berita dan informasi terkini dari berbagai peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat. Setiap konten disusun berdasarkan informasi dan sumber yang tersedia serta diperbarui apabila terdapat perkembangan atau koreksi.
