JAKARTA – Polisi mengamankan seorang pria berinisial KB (41) yang videonya viral setelah melemparkan batu ke sebuah mobil di Jalan Durian, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Aksi tersebut membuat kaca kendaraan retak dan bagian spion dilaporkan mengalami kerusakan.
KB diamankan oleh jajaran Polsek Jagakarsa pada Kamis, 3 September 2026. Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan penyidik telah meminta keterangan KB untuk mendalami alasan dan rangkaian perusakan mobil tersebut.
Peristiwa itu sebelumnya menjadi perhatian setelah rekamannya beredar luas di media sosial. Dalam video, seorang pria berjaket terlihat berdiri di dekat mobil sambil melemparkan batu ke arah kaca kendaraan. Sejumlah warga tampak menyaksikan kejadian tersebut dari sekitar lokasi.
Polisi Periksa Pria Berinisial KB
Kepada polisi, KB mengaku awalnya sedang dalam perjalanan menuju gereja. Saat melintas, ia melihat seorang pria berbaju putih berusaha menahan sebuah mobil yang masih bergerak.
Menurut versi KB, pria berbaju putih itu sempat terjatuh setelah pengemudi mobil menambah kecepatan. Pria tersebut kemudian bangkit dan berteriak “maling”. Teriakan itulah yang disebut membuat KB mengira pengemudi mobil merupakan pelaku kejahatan.
KB mengaku tidak mengenal pengemudi maupun pria berbaju putih tersebut. Namun, ia memilih ikut mengejar karena merasa hendak membantu orang yang berteriak meminta pertolongan.
Saat mobil akhirnya berhenti, KB meminta pengemudi membuka pintu untuk menjelaskan persoalan yang terjadi. Karena pengemudi tetap berada di dalam kendaraan, emosi KB disebut meningkat hingga akhirnya ia menggunakan batu untuk merusak kaca mobil.
Dalam keterangannya, KB berdalih tindakan itu dilakukan agar kendaraan tidak kembali melaju. Meski demikian, polisi tetap memeriksa tindakannya karena perusakan barang milik orang lain dapat diproses secara hukum.
Narasi Awal Berbeda dengan Hasil Pemeriksaan
Sebelum polisi memberikan keterangan, beredar narasi bahwa insiden bermula ketika seorang pengendara motor terserempet mobil. Pengendara tersebut kemudian disebut mengejar kendaraan dari kawasan Warung Sila, Jagakarsa, hingga ke belakang Ragunan.
Setelah mobil terpojok, terdengar teriakan “maling mobil” yang membuat warga di sekitar lokasi ikut berkumpul. Namun, kronologi tersebut masih merupakan keterangan orang-orang di sekitar tempat kejadian dan belum sepenuhnya dipastikan kebenarannya.
Keterangan KB kepada penyidik menghadirkan versi berbeda. Ia menyebut dirinya bukan pengendara yang sejak awal terlibat dengan mobil, tetapi orang yang ikut mengejar setelah melihat seorang pria terjatuh dan mendengar teriakan maling.
Perbedaan keterangan ini masih didalami oleh polisi untuk mengetahui penyebab awal keributan, hubungan antara pengemudi mobil dengan pria berbaju putih, serta tindakan masing-masing pihak selama kejadian.
Warga Diimbau Tidak Bertindak Sendiri
Peristiwa di Jagakarsa ini menunjukkan bagaimana teriakan di ruang publik dapat memicu kesalahpahaman dan tindakan spontan. Dugaan tindak pidana seharusnya dilaporkan kepada aparat, bukan diselesaikan melalui perusakan atau tindakan main hakim sendiri.
Jika menghadapi kendaraan yang diduga terlibat kecelakaan atau tindak kejahatan, masyarakat disarankan mencatat nomor polisi, merekam situasi dari jarak aman, dan segera menghubungi layanan kepolisian. Langkah tersebut lebih aman dibandingkan melakukan pengejaran atau menghadang kendaraan secara langsung.
Polisi masih melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan kronologi lengkap dan menentukan penanganan hukum dalam perkara ini. Perkembangan kasus tersebut akan diperbarui setelah aparat menyampaikan hasil penyelidikan berikutnya.

