Konohanews – SONORA, MEKSIKO – Kasus kematian seorang remaja perempuan bernama Leyla Monserrat (15) kembali menjadi sorotan publik di Meksiko setelah putusan hukum terhadap para pelaku menuai kritik luas.
Dua pelaku yang masih di bawah umur, diduga merupakan teman dekat korban, dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun 10 bulan. Selain itu, pengadilan juga menetapkan kompensasi finansial kepada keluarga korban dengan nilai yang dinilai tidak sebanding oleh banyak pihak.
Peristiwa ini bermula pada September 2025, ketika korban diajak ke sebuah lokasi dengan alasan tertentu. Setelah itu, korban tidak kembali, hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa beberapa waktu kemudian.
Keluarga korban menyebut bahwa sebelum kejadian, Leyla sempat mengalami tekanan sosial dan perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan sekitarnya.
Kasus ini semakin menyita perhatian karena adanya rekaman yang kemudian menjadi bagian dari proses penyelidikan. Rekaman tersebut memperkuat bukti dalam proses hukum terhadap para pelaku.
Penemuan korban dilakukan sekitar satu minggu setelah dilaporkan hilang. Pihak berwenang menyatakan bahwa penyebab kematian berkaitan dengan tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap korban.
Vonis yang dijatuhkan kepada pelaku memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak pihak menilai hukuman tersebut terlalu ringan mengingat dampak yang ditimbulkan.
Kasus ini kembali membuka diskusi mengenai sistem peradilan anak di Meksiko, khususnya dalam menangani kasus serius yang melibatkan pelaku di bawah umur.

