Tak banyak yang tahu seperti apa “jalan pulang” para pejuang kebersihan kota.
Di TPA Jati Waringin, sebuah pemandangan yang jarang terlihat publik justru menyimpan cerita besar. Jalan yang dilalui bukan aspal mulus, melainkan kubangan lumpur, dinding sampah, dan lorong sempit yang dipenuhi bau menyengat.
Di saat banyak orang memilih menjauh, seorang supir truk sampah justru masuk lebih dalam—menembus “gunung” sampah yang menjulang tinggi demi satu tujuan: memastikan kota tetap bersih keesokan harinya.
Dinding yang berdiri di kiri kanan bukanlah beton, melainkan tumpukan plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga yang terus bertambah setiap hari.
Sunyi, gelap, dan penuh tekanan. Lorong-lorong di TPA ini seperti labirin yang menggambarkan realita konsumsi manusia yang tak pernah berhenti.
Namun di balik semua itu, ada mereka yang tetap bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka yang setiap hari berada di garis depan, menjaga kota tetap layak huni.
Inilah sisi lain dari kebersihan yang sering kita anggap biasa.
Lokasi Di TPA Jati Waringin

