Letusan dilaporkan terjadi hari ini di Manaro Voui, gunung berapi yang berada di Pulau Ambae, Vanuatu. Kolom abu vulkanik terlihat menjulang hingga sekitar 10.000 kaki atau kurang lebih 3 kilometer ke atmosfer.
Meski disebut sebagai letusan dahsyat, laporan awal menunjukkan intensitas aktivitas hari ini sedikit lebih lemah dibandingkan hari sebelumnya. Awan yang menyelimuti sebagian area juga membuat visual letusan tidak sepenuhnya terlihat jelas dari kejauhan.
Manaro Voui sendiri merupakan kawah aktif dari sistem vulkanik di Ambae yang beberapa kali menunjukkan peningkatan aktivitas dalam beberapa tahun terakhir. Secara geologis, wilayah Vanuatu berada di zona Cincin Api Pasifik—jalur pertemuan lempeng tektonik yang sangat aktif secara seismik dan vulkanik.
Kolom abu setinggi 3 kilometer biasanya berpotensi mengganggu penerbangan lokal serta berdampak pada kualitas udara di sekitar pulau. Abu vulkanik mengandung partikel halus yang bisa mengiritasi saluran pernapasan dan mencemari sumber air jika turun dalam jumlah besar.
Otoritas setempat terus memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut. Masyarakat diimbau mengikuti arahan resmi dan menghindari area berisiko di sekitar kawah.
Letusan seperti ini mengingatkan kita bahwa planet ini masih hidup secara geologis. Di balik keindahan pulau tropis Pasifik, ada dapur magma yang terus bekerja jauh di bawah permukaan.

