Nasib tragis menimpa Slamet Arifianto (52), warga Desa Mujur, Kecamatan Kroya, Cilacap. Ia meninggal dunia setelah diserang tawon vespa saat membersihkan toren air di rumahnya, Kamis (26/2).
Peristiwa terjadi ketika Slamet tidak menyadari adanya sarang tawon vespa di dekat toren air. Saat aktivitas pembersihan berlangsung, kawanan tawon tiba-tiba menyerang. Dalam kondisi panik, ia sempat naik ke atap dan berusaha melindungi wajahnya dari sengatan.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, meski telah mendapat penanganan, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Tawon vespa—sering dikaitkan dengan spesies seperti Vespa mandarinia—dikenal memiliki sengatan yang menyakitkan dan bisa berbahaya, terutama jika menyerang berulang kali atau mengenai orang dengan reaksi alergi berat (anafilaksis). Dalam kasus tertentu, banyaknya sengatan dapat memicu gangguan sistemik serius seperti gagal organ atau syok.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap keberadaan sarang tawon di sekitar rumah, terutama di area tinggi seperti atap atau dekat toren air yang jarang diperiksa. Jika menemukan sarang, sebaiknya tidak ditangani sendiri, melainkan melibatkan petugas atau tim pemadam kebakaran yang memiliki perlengkapan khusus.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Di balik aktivitas rutin sehari-hari, risiko tak terduga bisa saja muncul—dan kewaspadaan sering kali menjadi garis tipis antara selamat dan malapetaka.

